SABDA NABI ISA AS KE 06
6/303: Setiap kali di depan Isa disebutkan tentang saat hari kiamat, dia berduka cita dan berkata: "Ibnu Mayam tidak akan tenang apabila saat hari kiamat dibicarakan di hadapannya."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits 'Abdallah al-Mawarzi ibn al-Mubarak (... - 181 H) dalam "Kitab al-Zuhd wa al-Raqa'iq", 2297/303: Isa berkata kepada para muridnya: "Jangan meminta upah dari kaum yang kalian beri pelajaran, selain upah yang kalian berikan kepadaku.[1] Garam dunia [2], janganlah membusuk. Semua yang membusuk bisa ditangani dengan garam; tetapi jika garamnya membusuk, maka tak ada lagi obatnya. Ketahuilah bahwa kalian mempunyai dua ciri kebodohan: tertawa tanpa sebab, dan tidur hingga melewati pagi."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits 'Abdallah al-Mawarzi ibn al-Mubarak (... - 181 H) dalam "Kitab al-Zuhd wa al-Raqa'iq"; 284.8/303: Isa berkata kepada para muridnya: "Para raja menyerahkan masalah hikmah kepada kalian, maka serahkanlah masalah dunia pada mereka."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits 'Abdallah al-Mawarzi ibn al-Mubarak (... - 181 H) dalam "Kitab al-Zuhd wa al-Raqa'iq"; 284.9/303: Isa berkata: "Bani Adam, kalau kamu melakukan perbuatan baik, cobalah untuk melupakannya; karena perbuatan ini akan terus ada pada yang tidak akan melupakannya." Kemudian dia membacakan ayat Al-Quran[1]: "Sesungguhnya Allah tidak akan menyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik." [dan meneruskan:] "Kalau kamu melakukan perbuatan buruk, maka pandanglah terus ia di depan mata." Ibn al-Warraq berkata[2]: "Di dekat mata."
Keterangan:
Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits 'Abdallah al-Mawarzi ibn al-Mubarak (... - 181 H) dalam "Kitab al-Zuhd wa al-Raqa'iq"; 301.10/303: Isa berkata: "Para sahabatku, carilah kasih Allah dengan menghindari kaum yang berdosa; dekatilah Dia dengan melakukan apa yang menjauhkan kalian dari mereka; carilah kemurahanNya dengan melawan mereka." [Berikut ini adalah komentar dari Malik ibn Mighwal (... - 159 H)] Dia [Malik] berkata: "Aku tidak tahu dengan perintah yang mana Isa memulainya." [Akhir dari komentar Malik] Para sahabat Isa bertanya: "Ya Ruhullah, kalau begitu kami harus mendekati kaum mana?" Isa menjawab: "Dekatilah kaum yang tatapannya mengingatkan kalian pada Allah, yang ucapannya menambah ilmu, yang amalannya membuat kehidupan sesudah mati sangat berharga."
