Tampilkan postingan dengan label Mimpikan Rasulullah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mimpikan Rasulullah. Tampilkan semua postingan

MIMPI BERSUJUD ATAS DAHI NABI

Imarah bin Khuzaimah bin Tasbit r.a. menceritakan bahwa ayahnya berkata, "Aku bermimpi bersujud di atas dahi Nabi saw. Kemudian aku kabarkan hal itu kepada beliau. Beliau berkata,

"Roh memang bertemu dengan roh. Mimpimu benar."

Lalu Rasulullah menundukkan kepala beliau. Aku pun menempelkan dahiku ke dahi beliau." (HR Ahmad)

Maksud dari sabda beliau "mimpimu benar" di dalam hadits ini adalah Rasulullah saw. memerintahkan Khuzaimah unluk melaksanakan apa yang ia alami di dalam mimpinya.

BERMIMPIKAN TUBUH NABI DIPOTONG

Ibnu Sa’ad menyebutkan di dalam Thabaqat al-Kubraa bahwa Ummu Fadhal suatu hari bermimpi dengan suatu mimpi yang menakjubkan, sehingga ia bersegera untuk mengadukannya kepada Rasulullah saw, ia berkata, “Wahai Rasulullah, saya bermimpi seolah-olah sebagian tubuhmu berada di rumahku.” Rasulullah saw bersabda, “Mimpimu bagus, kelak Fathimah melahirkan seorang anak laki-laki yang nanti akan engkau susui dengan susu yang engkau berikan buat anakmu (Qatsam).”

Ummu Fadhal keluar dengan membawa kegembiraan karena berita tersebut, dan tidak berselang lama Fathimah melahirkan Hasan bin Ali ra yang kemudian diasuh oleh Ummu Fadhal.

Ummu Fadhal berkata, “Suatu ketika aku mendatangi Rasulullah saw ra dengan membawa bayi tersebut, maka Rasulullah saw segera menggendong dan mencium bayi tersebut, namun tiba-tiba bayi tersebut mengencingi Rasulullah saw, lalu beliau bersabda, “Wahai Ummu Fadhal, peganglah anakku ini, karena dia telah mengencingiku.”

Ummu Fadhal berkata, “Maka aku ambil bayi tersebut dan aku cubit dia sehingga dia menangis.”Aku berkata, “Engkau telah menyusahkan Rasulullah saw, karena engkau telah mengencinginya.”Tatkala melihat bayi tersebut menangis, Rasulullah saw bersabda, “Wahai Ummu Fadhal, justru engkau telah menyusahkanku, karena engkau membuat anakku menangis.” Kemudian, Rasulullah saw meminta air lalu beliau percikkan ke tempat yang terkena air kencing tersebut, kemudian bersabda, “Jika bayi laki-laki, maka percikilah air, akan tetapi apabila bayi itu wanita maka cucilah.”

Di dalam riwayat yang lain, Ummu Fadhal berkata, “Lepaslah sarung Anda dan pakailah baju yang lain agar aku dapat mencucinya.” Namun, Nabi saw bersabda, “Yang dicuci hanyalah air kencing bayi wanita dan cukuplah diperciki dengan air apabila terkena air kencing bayi laki-laki.”

SELEPAS KHALID BIN SAID BERMIMPIKAN RASULULLAH

Setelah mimpi masuk neraka dan ditolong oleh Nabi Muhammad SAW, Khalid bin Sa'id langsung bersyahadat, langsung bertobat dan mengimani agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

Khalid bin Sa'id bin Ash adalah salah satu sahabat Nabi SAW yang dilahirkan dari keluarga yang kaya raya. Keluarganya tergolong kepala suku Quraisy yang terkemuka dan memegang pimpinan. Memang sebenarnya dalam hati nuraninya, ia mengaku bahwa agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW itu adalah benar dan yang diterima Rasulullah SAW do Gua Hira' itu telah membuat hatinya tertarik.

"Sebetulnya aku sangat tertarik dengan agama yang dibawa Muhammad, tapi aku belum berani dan belum memungkinkan ikut agama beliau," katanya dalam hati.

Orang-orang yang memandang Khalid waktu itu,melihatnya sebagai seorang pemuda yang bersikap tenang, pendiam tak banyak bicara, tapi sebenarnya pada batin dan dalam lubk hatinya bergelora dengan hebatnya gerakan dan kegembiraan. Di dalam hantinya menggelegar bunyi gendang yang ditabuh,nyanyi-nyanyian yang memanjatkan doa serta lagu-lagu pujian yang mengagungkan Tuhan.


API NERAKA

Pemuda ini menyimpan kegembiraan di dalam dadanya tapi ditutupinya rapat-rapat, karena seandainya diketahui oleh bapaknya bahwa batinnya sedang bersuka cita dengan dakwah Rasulullah SAW, maka dia akan dibunuh dan tubuhnya akan dipersembahkan sebagi korban untuk Tuhan-Tuhan mereka.

Tetapi jiwa dan kesadaran batin seseorang, bila ia telah penuh sesak dengan segala suatu masalah dan meluap sampai ke permukaan, maka limpahannya tak dapat dibendung lagi. Pada suatu hari, Khalid bin Sa'id bermimpi,ia berdiri di bibir nyala api yang besar (neraka), sedang ayahnya dari belakang hendak mendorongnya dengan kedua tangannya ke arah api itu, malah ia bermaksud hendak melemparkan ke dalam nayala api itu.

Kemudian dilihatnya Rasulullah SAW datang ke arahnya, lalu menariknya ke belakang dengan tangan kanannya yang penuh berkah, hingga tersingkirlah ia dari bahaya jilatan api. Ia tersadar dari mimpinya, "Alhamdulillah, aku masih hidup. Berarti aku tadi barusan bermimpi," katanya dalam hati.

 BERIMAN

Kemudian Khalid segera pergi ke rumah Abu Bakar, lalu menceritakan mimpinya itu. mimpi itu sepertinya tidak memerlukan tabir lagi. "Sesungguhnya yang kuinginkan untukmu, selain dari kebaikan. Nah, dialah utusan Allah. Ikutilah dia karena sesungguhnya Islam akan menghindarkanmu dari api neraka," kata Abu Bakar. "Terima kasih atas sarannya. Sekarang juga aku akan mencari Muhammad," tutur Khalid.

Khalid pun akhirnya pergi mencari Rasulullah SAW, dan di suatu tempat, dia bertemu dengan beliau. Lalu ia menumpahkan isi hatinya dan menanyakan tentang dakwahnya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Hendaknya engkau beriman kepada Allah Yang Maha Esa semata, jangan mempersekutukannya dengan sesuatu pun. Dan engkau beriman kepada Muhammad sebagai hama-Nya dan Rasul-Nya. Dan engkau tinggalkan menyembah berhala yang tidak dapat mendengar dan tidak dapat melihat, tidak memberi mudharat dan tidak pula memberi manfaat."

Khalid lalu mengulurkan tangan kanannya disambut oleh tangan kanan Rasulullah SAW dengan penuh kemesraan dan Khalid pun mengucapkan, "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad SAW itu utusan Allah."