Tampilkan postingan dengan label Riyadhus Shalihin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Riyadhus Shalihin. Tampilkan semua postingan

Jangan Sakitkan Hati Orang

Bismillahirrahmanirrahim

Terngiang-ngiang kata-kata tuan imam yang berpesan semasa sesi kuliah Maghrib: "Tuan-tuan, kalau kita rasa perbuatan kita itu baik untuk akhirat kita... buatlah..."

Selagi masih hidup di atas dunia, kita buatlah perkara yang boleh membantu kita di akhirat nanti.
Kata ustaz, antara sifat orang yang nak jauhkan diri dari neraka Allah ialah sentiasa:
  • bermanis muka
  • tidak mengumpat-ngumpat
  • bila bercakap dengan orang, orang tak sakit hati.  
Perkataannya tidak sakitkan hati orang.  Jangan kiranya kita bila bercakap sikit, asyik nak pancung orang saja.  Lidah kena jaga. Pelihara lidah. Lidah boleh bawa kita ke Syurga dan lidah juga boleh membawa kita ke neraka. Lidah begitu berperanan untuk nak dapatkan dosa paling banyak, lidah juga berperanan bagi mendapatkan pahala paling banyak.

Kata ustaz, bergaullah dengan orang-orang yang baik, yang lemah-lembut, senang bicara dan tidak mudah marah.  Bila kita bercampur dengan masyarakat, jangan jadi orang yang buruk perangai.  Bila orang puji kita, senyumlah. Bila orang marah pun, kita senyumlah.  Biar sentiasa cool gitu... Biar sentiasa senang bicara, orang nak minta tolong kita pun rasa mudah, orang tak rasa kita ni jenis susah nak tolong.

Wallahu a'lam.

..............................
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu'min, lelaki atau perempuan, tanpa adanya sesuatu yang mereka lakukan, maka orang-orang yang menyakiti itu menanggung kebohongan dan dosa yang nyata."  (al-Ahzab: 58)

Allah Ta'ala berfirman pula:
"Celaka - atau neraka wail - bagi setiap orang yang suka mengumpat serta menista."   (al-Hujurat: 1)

Dari Abu Hurairah ra bahawasanya Nabi SAW bersabda: "Cukuplah seseorang itu memperoleh kejelekan apabila ia menghinakan saudaranya sesama Muslim."   (HR Muslim)

Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah SAW bersabda:
"Seorang Muslim itu ialah orang yang kaum Muslimin lain-lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya - yakni selamat dari kekejaman perkataan dan perbuatannya.  Seorang muhajir - yang meninggalkan - ialah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah."  (Muttafaq 'alaih)

Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma pula, katanya: "Rasulullah SAW bersabda:
Barangsiapa yang suka jikalau dijauhkan dari neraka dan dimasukkan dalam syurga, maka hendaklah ia di datangi oleh kematiannya dan di waktu itu ia dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhir - yakni hari kiamat, juga hendaklah ia mendatangkan sesuatu kepada seluruh manusia yang sekiranya ia sendiri suka kalau sesuatu tadi didatangkan pada dirinya sendiri - yakni berbuat sesuatu kepada orang lain yang ia suka kalau hal itu diperlakukan pula atas dirinya sendiri."  (HR Muslim)

Dari Aishah r.ha meriwayatkan bahawa baginda Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya orang yang sangat dibenci oleh Allah ialah orang yang suka bertengkar. (HR Muslim)

Dari Ibnu Mas'ud ra., katanya: "Rasulullah SAW bersabda: "Bukannya seorang mu'min yang suka mencemarkan nama orang, atau yang suka melaknat dan bukan pula yang berbuat kekejian serta yang kotor mulutnya."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan.

Dari Anas bin Malik r.a meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW telah bersabda: Selama mana seseorang hamba itu tidak menjaga lidahnya, dia tidak dapat mencapai hakikat iman. (HR Tabrani)

.............................

Orang Yang Mendapat Pahala Di Majlis Ilmu

Bismillahirrahmanirrahim.

Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Thaha ayat 114, yang bermaksud:
“Dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmuku.”

Allah Ta’ala juga berfirman:
”Katakanlah:”Apakah sama antara orang-orang yang mengetahui – yakni berilmu – dan orang-orang yang tidak mengetahui – yakni tidak berilmu.”   (az-Zumar:9)

Allah Ta’ala berfirman lagi:
“Allah mengangkat orang-orang yang beriman dari engkau semua dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dengan beberapa derajat.”  (al-Mujadalah:11)


Dikatakan ada empat golongan yang diberi pahala dalam majlis ilmu iaitu:
  • Orang yang bertanya
Dia dapat pahala belajar dan disebabkan pertanyaannya maka dia turut mendapat pahala bilamana orang lain pun ikut mendapat ilmu hasil dari pertanyaannya itu.  Dan jika orang lain itu ikut mengamalkan ilmu itu, maka lagi bertambah-tambahlah pahalanya InsyaAllah. Tapi kena ada adabnya nak bertanya, ada masanya yang boleh bertanya bukan tak kira masa sehinggakan boleh mengganggu perjalanan majlis ilmu.

Dari Abu Hurairah r.a pula bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk – yakni kebenaran, maka baginya adalah pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun dari pahala mereka itu.”  (Riwayat Muslim)

Dari Sahl bin Sa’ad ra bahawasanya Nabi SAW bersabda kepada Ali ra:
“Demi Allah, niscayalah andaikata Allah memberikan petunjuk kepada seseorang lelaki dengan perantaraan usahamu, maka hal itu adalah lebih baik daripada unta-unta yang merah-merah.” Sebagai kiasan hartabenda yang paling dicintai oleh bangsa Arab.”  (Muttafaq ‘alaih)

Dari Abu Hurairah ra., katanya: “Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang menempuh sesuatu jalan untuk mencari ilmu pengetahuan di situ, maka Allah akan mempermudahkan baginya suatu jalan untuk menuju ke syurga.”   (Riwayat Muslim)

Dari Abuddarda’ ra., katanya: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari sesuatu ilmu pengetahuan di situ, maka Allah akan memudahkan untuknya suatu jalan untuk menuju syurga, dan sesungguhnya para malaikat itu niscayalah meletakkan sayap-sayapnya kepada orang yang menuntut ilmu itu, kerana ridha sekali dengan apa yang dilakukan oleh orang itu.  Sesungguhnya orang alim itu niscayalah dimohonkan pengampunan untuknya oleh semua penghuni di langit dan penghuni-penghuni di bumi, sampaikan ikan-ikan yu yang ada di dalam air.  Keutamaan orang alim atas orang yang beribadat itu adalah seperti keutamaan bulan atas bintang-bintang yang lain.  Sesungguhnya para alim ulama adalah pewarisnya para Nabi, sesungguhnya para Nabi itu tidak mewariskan dinar ataupun dirham, hanyasanya mereka itu mewariskan ilmu.  Maka barangsiapa dapat mengambil ilmu itu, maka ia telah mengambil dengan bagian yang banyak sekali.”  (Riwayat Abu Dawud dan Termidzi)

“Dari Anas ra., katanya: Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa keluar untuk menuntut ilmu, maka ia dianggap sebagai orang yang berjihad fi-sabilillah sehingga ia kembali.”
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan.

Dari Abu Hurairah ra pula., katanya: "Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang mempelajari sesuatu ilmu pengetahuan dari golongan ilmu yang semestinya untuk digunakan mencari keredhaan Allah 'Azzawajalla, tetapi ia mempelajarinya itu tiada lain maksudnya, kecuali hendak memperoleh sesuatu tujuan dari keduniaan, maka orang yang sedemikian tadi tidak akan dapat menemukan keharuman syurga pada hari kiamat." Yakni bau harumnya syurga itu tidak akan dapat dirasakannya.
Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.

Dari Abdullah bin Umar r.huma meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW telah bersabda: Sesiapa yang belajar ilmu untuk maksud lain selain dari redha Allah SWT (umpamanya untuk mencari kemuliaan, kemasyuran, harta dan lain-lain) maka hendaklah dia menempah tempatnya di neraka Jahanam. (HR Tirmidzi)

  • orang yang ada ilmu lalu mengajarkannya yakni menyampaikan ilmu tersebut
Dari Mu’awiyah ra katanya: “Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah untuk memperoleh kebaikan, maka Allah membuat ia menjadi pandai dalam hal keagamaan.”  (Muttafaq ‘alaih)

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiallahu ‘anhuma bahawasanya Nabi SAW bersabda:
“Sampaikanlah – kepada orang lain – ajaran yang berasal daripadaku, sekalipun hanya seayat belaka.  Percakapkanlah tentang kaum Bani Israil – yakni kaum Yahudi – dan tidak ada halangan apapun.  Dan barangsiapa yang berdusta atas diriku dengan sengaja maka baiklah ia menempati tempat duduknya dari neraka.”   (Riwayat Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra katanya: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang ditanya mengenai sesuatu ilmu, lalu ia menyimpannya – yakni tidak suka menerangkan yang benar, maka ia akan diberi kendali – dimulutnya – besok pada hari kiamat dengan kendali dari neraka.”
Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud serta Termidzi dan Termidzi mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan.

Dari Abu Umamah ra bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Keutamaan orang alim atas orang yang beribadat ialah seperti keutamaanku atas orang yang terendah di antara engkau semua.” “Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya, juga para penghuni langit dan buni, sampaipun semut yang ada di dalam liangnya, bahkan sampaipun ikan yu, niscayalah semua itu menyampaikan kerahmatan kepada orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada para manusia.”
Adapun yang selain Allah ialah memohonkan agar orang-orang yang mengajar kebaikan itu diberi kerahmatan oleh Allah.
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan.

  • orang yang mendengar
Dari Ibnu Mas’ud ra katanya: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang yang mendengarkan sesuatu ucapan dari kami – yakni dari Nabi SAW – lalu ia menyampaikannya sebagaimana yang didengar olehnya.  Maka banyak sekali orang yang diberi berita itu lebih dapat mengingat-ingat – yakni lebih memperhatikan – daripada orang yang mendengarnya sendiri?”
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan shahih.

Dari Abdullah Ibnu Abbas r.a berkata bahawa Rasulullah SAW telah bersabda: Kamu semua hari ini mendengar perkara-perkara keagamaan dariku, esok perkara-perkara ini didengari pula daripada kamu. Kemudian ia didengari pula dari orang-orang yang mendengarinya daripada kamu (kerana itu dengarlah dengan teliti dan sampaikanlah kepada orang-orang yang selepas kamu, supaya mereka dapat menyampaikan kepada orang-orang selepas mereka, dan urutan ini berterusan). (HR Abu Daud)

  • orang yang kasih pada majlis ilmu itu 
Maknanya orang itu suka pada majlis ilmu itu.  Ini termasuklah orang yang menyokong majlis ilmu itu, yang tolong carikan ustaz/penceramah untuk majlis ilmu, yang tolong menyediakan tempat, yang tolong membuat poster mengwar-warkan majlis ilmu, yang mencadangkan majlis ilmu, yang mempermudahkan majlis ilmu itu berlangsung dan sebagainya. Moga Allah lindung diri kita dari termasuk dalam golongan orang yang membenci majlis ilmu atau yang menghalang dari dapat berlangsungnya majlis ilmu...
    Dari Abu Bakar ra meriwayatkan bahawa baginda Rasulullah SAW bersabda: Jadilah kamu seorang yang alim atau orang yang belajar ilmu agama atau orang yang gemar mendengar pengajian agama dengan teliti, atau menjadi orang yang mencintai ilmu dan ahli ilmu.  Dan jangan kamu menjadi orang yang kelima, yang mana kamu akan binasa.  Kelima ialah kamu membenci ilmu dan ahli ilmu.  (HR Tabrani)

    Dari Abu Said al-Khudri ra dari Rasulullah SAW., sabdanya:
    “Tiada sekali-kali akan kenyanglah seseorang mukmin itu dari kebaikan, sehingga penghabisannya nanti adalah Syurga.”
    Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan.


    Di akhir tazkirah, ustaz berpesan agar kita semua bila mempelajari atau mendengar ilmu, sampai2 kan lah pula kepada ahli keluarga dan sahabat2 yang lain yang tidak berpeluang mendengar.  Ia merupakan salah satu usaha kita yang berharga dalam mencari saham akhirat yang InsyaAllah akan dapat membantu kita di sana nanti.. ameen

    Wallahu'alam.

    Dua Kalimah Yang Ringan Pada Lisan


    Bismillahirrahmanirrahim

    Sedutan pengisian tazkirah malam tadi...


    Sesiapa yang ada masa dengan Allah, maka Allah akan ada masa dengannya.  Kesenangan hakiki adalah akhirat.  Allah mengetahui lintasan hati kita.  Detik hati pun Allah boleh tahu, apalagi perlakuan dan tingkahlaku kita.  Maka marilah kita perbanyakkan usaha memburu redha Allah.  Ustaz mengajak kita untuk sering2 mengucapkan dua kalimah yang ringan di lisan namun begitu memberatkan timbangan di akhirat nanti.  Dua kalimah tersebut ialah Subhanallah wa bihamdih dan Subhanallahil 'azhim.  

    Dari Abu Hurairah r.a katanya: "Rasulullah SAW bersabda:
    "Ada dua kalimah yang ringan pada lisan - yakni mudah diucapkan, tetapi berat sekali dalam timbangan - di akhirat, dicintai oleh Allah Maha Pengasih, iaitu Subhanallah wa bihamdih dan Subhanallahhil 'azhim."
    Artinya: Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya dan Maha Suci Allah yang Maha Agung.   (Muttafaq 'alaih)

    Ustaz selitkan perihal Abu Hurairah r.a yang merupakan salah-seorang sahabat baginda SAW yang banyak meriwayatkan hadis Rasulullah SAW.  Beliau seorang yang tidak tahu menulis namun begitu mempunyai daya ingatan yang kuat.  Beliau menggunakan sepertiga dari masanya di waktu malam untuk mengingat hadis yang didengar dari Nabi SAW di siang hari.  Diriwayatkan bahawa beliau seorang yang sering berisitghfar dan banyak memperuntukkan masanya dengan bertasbih kepada Allah, di mana ucapan tasbihnya dikatakan berjumlah tidak kurang dari 12,000 tasbih setiap hari... Subhanallah.

    Maka, marilah kita sama2 lipatgandakan usaha.  Penghujung kita semakin dekat.  Apa yang dah berlalu begitu banyak namun apa yang ada di hadapan kita hakikatnya semakin sedikit. Usia kita semakin berkurang. Dunia hanya persinggahan sementara, sedangkan kehidupan akhirat itulah yang infiniti. Disebut bahawa, "...di dalam Syurga itu nikmatnya tak pernah mata melihat, tak pernah telinga terdengar, tak pernah hati terlintas..." Jadi kenapa kita tak nak buat apa yang seharusnya kita buat...

    Kita sebagai hambaAllah, haruslah ada tanda kita ini sebagai seorang hamba iaitu:
    1. cinta pada Allah
    2. takut pada Allah
    3. harap pada Allah
    Tambahi doa kita... "Ya Allah, rezekikanlah aku agar airmataku jatuh kerana takut pada-Mu... rezekikanlah aku agar mencintai-Mu, rezekikanlah aku agar menjauhi kebatilan..." ameen 

    ........................
    Firman Allah dalam Surah al-Ahzab ayat 35, yang bermaksud:

    Sesungguhnya orang-orang lelaki yang Islam serta orang-orang perempuan yang Islam, dan orang-orang lelaki yang beriman serta orang-orang perempuan yang beriman, dan orang-orang lelaki yang taat serta orang-orang perempuan yang taat, dan orang-orang lelaki yang benar serta orang-orang perempuan yang benar, dan orang-orang lelaki yang sabar serta orang-orang perempuan yang sabar, dan orang-orang lelaki yang merendah diri (kepada Allah) serta orang-orang perempuan yang merendah diri (kepada Allah), dan orang-orang lelaki yang bersedekah serta orang-orang perempuan yang bersedekah, dan orang-orang lelaki yang berpuasa serta orang-orang perempuan yang berpuasa, dan orang-orang lelaki yang memelihara kehormatannya serta orang-orang perempuan yang memelihara kehormatannya, dan orang-orang lelaki yang menyebut nama Allah banyak-banyak serta orang-orang perempuan yang menyebut nama Allah banyak-banyak, Allah telah menyediakan bagi mereka semuanya keampunan dan pahala yang besar.

    Surah al-Baqarah

    Bismillahirrahmanirrahim

    Teringat ustaz pernah cerita tentang kisah rumah seorang hambaAllah yang dihuni makhluk halus.  HambaAllah tersebut telah meminta nasihat ustaz, tentang cara-cara bagaimana untuk menghalau makhluk tersebut kerana rumahnya yang sudah lama tidak diduduki bagaikan dah pakat dihuni oleh sesuatu yang lain. Itu yang bila masuk saja ke dalam rumah tersebut, beliau dan seluruh ahli keluarganya acapkali merasa seriau, memang dapat rasa ada benda yang menghuni. 

    Ustaz mengesyorkan agar dipasang cd/kaset bacaan Surah al-Baqarah secara bersambung-sambung selama tiga hari berturut-turut sebagai salah-satu ikhtiar.  Jika ada peluang elok sekiranya dapat dibaca sendiri Surah al-Baqarah.  Walau tidak dapat dihabiskan bacaan dalam satu-satu masa, boleh break dan kemudian sambung balik membacanya. Kami yang mendengar cerita ustaz hari tu ikut merasa berdebar-debar. Ishk.. risau pulak bila dengar bab gangguan makhluk halus ni.  Balik rumah lepas kelas petang tu, terus di-ON kan Surah al-Baqarah.  Sesungguhnya tempat berlindung  kita hanya pada Allah SWT, moga Allah pelihara diri kita dan keluarga dari sebarang bentuk gangguan lebih-lebih lagi gangguan makhluk yang berupa hantu, jin, iblis dan syaitan.

    Surah al-Baqarah ternyata mempunyai banyak kelebihan. Ayat-ayatnya sering kita amal baca dalam Al-Mathurat. Dua ayat terakhirnya disebut dapat mencukupi orang yang membacanya. Surah ini dapat dijadikan hujah untuk keselamatan orang yang mempunyainya dan hadis Nabi SAW juga ada menegaskan bahawa sesungguhnya syaitan itu lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surah al-Baqarah.  Di dalam surah al-Baqarah juga mengandungi ayat yang teragung iaitu ayat al-Kursi.  Alhamdulillah. 

    Dari an-Nawwas bin Sam'an r.a katanya: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:
    "Al-Quran itu akan didatangkan pada hari kiamat nanti, demikian pula ahli-ahli al-Quran iaitu orang-orang yang mengamalkan al-Quran itu di dunia, didahului oleh surat al-Baqarah dan surat Ali-Imran.  Kedua surat ini menjadi hujah untuk keselamatan orang yang mempunyainya - yakni membaca, memikirkan dan mengamalkannya.    
    (Riwayat Muslim)

    Dari Ibnu Mas'ud r.a katanya: "Rasulullah SAW bersabda:
    "Barangsiapa yang membaca sebuah huruf dari kitabullah - yakni al-Quran, maka ia memperoleh suatu kebaikan, sedang satu kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang seperti itu.  Saya tidak mengatakan bahawa alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf."
    Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan shahih.

    Dari Abu Mas'ud al-Badri r.a dari Nabi SAW, sabdanya:
    "Barangsiapa yang membaca dua ayat dari akhir surah al-Baqarah di waktu malam - iaitu ayat Aamanar rasulu sampai akhir surat, maka kedua ayat itu mencukupinya."   
    (Muttafaq 'alaih)
    Di katakan oleh para alim ulama bahawa erti kafataahu atau mencukupi orang tadi, maksudnya mencukupi dari apa yang tidak disenangi atau tidak diinginkan pada malam itu.  Ada pula yang meng'artikan mencukupi dari berdiri untuk solat malam.

    Dari Abu Hurairah r.a bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:
    "Janganlah engkau semua menjadikan rumah-rumahmu itu sebagai kuburan - yakni tidak pernah bersembahyang sunat atau membaca al-Quran di dalamnya, sehingga sunyi-sunyi saja dari ibadat.  Sesungguhnya syaitan itu lari dari rumah yang di dalamnya itu dibacakan surat al-Baqarah."  
    (Riwayat Muslim)

    Dari Ubay bin Ka'ab r.a katanya:
    "Rasulullah SAW bersabda:  "Hai Abul Mundzir, adakah engkau mengetahui, ayat manakah dari Kitabullah - yakni al-Quran - yang ada besertamu itu yang teragung?"" Saya lalu menjawab: "Iaitu Allahu la ilaha illa huwal hayyul qayyum, yakni ayat al-Kursi.  Beliau SAW lalu menepuk-nepuk dadaku dan bersabda: "Semoga engkau mudah memperoleh ilmu, hai Abul Mundzir."  Beliau SAW mendoakan demikian kerana benar sekali apa yang diucapkan itu.     (Riwayat Muslim)

    *Sumber kesemua hadis:
    Kitab Riyadhus Shalihin 
    (Taman Orang-Orang Salih)

    Zikir Khazanah Syurga

    Pagi-pagi tadi radio Ikim telah memperdengarkan zikir "La haula wala quwwata illa billah..."Terus teringat pada satu hadis Nabi SAW yang ada dalam kitab Riyadhus Shalihin yang menyebut tentang kelebihan zikir ini.  

    Dari Abu Musa al-Asy'ari r.a., katanya:  "Rasulullah SAW bersabda kepadaku: "Tidakkah engkau suka kalau saya tunjukkan kepadamu pada sesuatu gedung simpanan dari beberapa simpanan syurga?"  Saya- Abu Musa - berkata: "Baiklah, ya Rasulullah." Beliau SAW lalu bersabda: "Yaitu ucapan: La haula wala quwwata illa billah - Tiada daya dan tiada kekuatan, melainkan dengan pertolongan Allah."  (Muttafaq 'alaih)

    (*dua hadis di bawah hasil pencarian di internet, terimakasih)
    Diriwayat daripada Abu Aiyub al-Ansori bahawa Nabi SAW bersabda: “Wahai Abu Aiyub, tidakkah kamu mahu, aku ajarkan kamu kalimah daripada khazanah syurga?” Aku menjawab: “Sudah tentu wahai Rasulullah, demi bapaku dan ibu sebagai tebusan untukmu.” Sabda Rasulullah SAW, Perbanyakkan sebutan: “Tiada daya dan tiada upaya melainkan dengan Allah;” ia adalah khazanah syurga.” (Mu‘jam al-Tabarani al-Kabir, Sahih Ibn Hibban).


    Diriwayatkan daripada Abu Zar: “Kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepadaku dengan beberapa ciri kebaikan: 
    Pandang orang yang di bawahku dan tidak pandang orang yang di atasku; 
    Mengasihi dan mendampingi golongan miskin; 
    Menjalin hubungan persaudaraan sekalipun mereka menyisihkan aku; 
    Tidak mempedulikan celaan orang yang mencela demi kerana Allah; 
    Menyatakan kebenaran sekalipun pahit; 
    Memperbanyakkan menyebut: “Tiada daya dan tiada upaya melainkan dengan Allah;” ia adalah daripada khazanah syurga.”
    (Al-Targhib wa al-Tarhib. Dinilai Sahih).


    -------------------------------------
    Sambil-sambil, jom tengok kueh Koleh Ubi Kayu yang lebih buat semalam. Kueh tradisional yang satu nih memang teramatlah sedapnya.  En suami suka sangat kueh Koleh ni. Ya lah sementara bukan musim durian, ulang buat Koleh Ubi je lah, nanti tiba musim durian.. InsyaAllah dapat kembali buat Lempok Durian yang marvelous.. :)

    Mudah je resepi Koleh ni tapi bab nak mengacaunya sampai jadi kering, itu yang mencabar sikit tugasannya.. he he.. Jadi kita mohon pada Allah, sambil buat kerja, mari sentiasa amalkan zikir "La haula wala quwwata illa billah" InsyaAllah semua kerja akan rasa begitu mudah dan cepat siap...

    Mari kita amalkan zikir La haula wala quwwata illa billah sekurang-kurangnya 100x dalam sehari,... pautan di SINI.


    Perbanyakkanlah ucapan La ilaha illallah


    Dari Jabir ra katanya: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:
    "Seutama-utama zikir ialah lafaz La ilaha illallah."
    Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.


    Dari Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahawa baginda Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang paling banyak mendapat manfaat daripada syafaatku pada hari kiamat nanti ialah seorang yang mengucapkan kalimah La ilaha illallah dengan ikhlas di dalam hatinya." (HR Bukhari)


    (petikan dari kitab Riyadhus Shalihin)
    ........................................................

    Nabi SAW telah bersabda:
    "Zikir yang amat utama ialah: La Ilaha Illallah. Dan doa yang mulia ialah: Alhamdulillah."

    Sabdanya lagi:
    "Seutama-utama ucapan yang pernah kusebutkan, begitu pula para Nabi sebelumku, ialah: La Ilaha Illallah."

    Bersabda Rasulullah SAW yang diriwayatkannya dari Allah Ta'ala:
    "La Ilaha Illallah bentengKu, siapa yang memasuki bentengKu, terselamat ia dari azabKu."

    "Perbaharuilah iman kamu! Para sahabat bertanya: Bagaimana caranya memperbaharui iman kami?? Jawab baginda: Perbanyakkanlah ucapan: "La Ilaha Illallah."

    Sabdanya lagi:
    "Subhaanallah (memenuhi) setengah mizan, dan Alhamdulillah memenuhinya, dan La Ilaha Illallah tiada dinding antaranya dengan Allah."

    Sebuah riwayat lain mengatakan pula:
    "Bahawasanya seseorang hamba apabila menyebut: "La Ilaha Illallah, maka setiap La Ilaha Illallah itu melintasi sesuatu kejahatan di dalam buku catatannya, melainkan dipadamkannya, sehingga ia menemui sesuatu kebaikan, lalu ia berdiam di sampingnya."

    Riwayat yang lain lagi:
    "Andaikata diletakkan tujuh petala langit dan tujuh petala bumi dan seisinya di daun timbangan, dan diletakkan ucapan La Ilaha Illallah di daun yang lain, niscaya neraca La Ilaha Illallah akan menjadi lebih berat."

    Kalimah Laa Ilaha Illallah begitu banyak sekali kelebihannya. Ia merupakan kalimah yang mesti diucapkan jika seseorang ingin memeluk Islam, dan bahawasanya sesiapa yang mengakhiri hayatnya dengan mengucap kalimat itu, nescaya ia akan memperoleh kebahagiaan yang abadi yang tiada celaka lagi sesudah itu.

    (petikan dari kitab Nasihat Agama dan Wasiat Iman)
    Imam Habib Abdullah Haddad
    ....................................................................

    Dari Abdullah bin Busr ra bahawasanya ada seorang lelaki berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak - yakni hukum-hukumnya sudah lengkap - atas diriku, maka beritahukanlah kepada saya akan sesuat yang saya dapat berpegang padanya." Beliau SAW bersabda: "Supaya lisanmu itu senantiasa basah dengan berzikir kepada Allah."
    Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan.


    Firman Allah Ta'ala yang bermaksud:
    "....Dan berzikirlah engkau semua kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya, supaya engkau semua berbahagia."   (al-Jumu'ah:10)


    Surah al-Mulk dapat memberi Syafaat kepada pembacanya


    Bismillahirrahmanirrahim

    Alhamdulillah, bacaan Surah al-Mulk ada hampir setiap malam di masjid kami.  Suara pakcik Imam yang istiqamah memimpin bacaan Surah al-Mulk sering menyuntik rasa sayu dalam hati.  Airmata kerap bergenang tika ikut beramai-ramai membaca Surah al-Mulk... Alhamdulillah syukur dengan nikmat suasana ibadah yang dikecapi di kawasan kediaman ini.  Allah lorongkan kebaikan di kawasan penempatan ini bilamana masjid kami terserlah makin ramai jemaahnya dari hari ke hari.  Alhamdulillah.

    Marilah kita sama2 membaca Surah al-Mulk pada setiap malam.  Sebagaimana hadis Nabi SAW...
    Dari Abu Hurairah ra bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:
    "Setengah dari al-Quran itu ada sebuah surat yang jumlah ayatnya ada tigapuluh buah.  Surat itu dapat memberikan syafaat kepada seseorang - jikalau ia membacanya - sehingga orang itu di ampuni, iaitu surat Tabarakal ladzi biyadihil mulk - yakni surat al-Mulk."
    Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan shahih.  
    Dalam riwayat Imam Abu Dawud disebutkan dengan menggunakan kata: tasyfa'u - sebagai ganti "syafaat", ertinya sama iaitu memberi syafaat.

    Surah Al-Mulk juga disebut mampu menyelamatkan kita dari azab kubur sebagaimana sabda Rasulallah SAW:
    "Ia adalah surah yang mengandungi berbagai manfaat dan menyelamatkan manusia dari azab kubur."

    Riwayat yang lain menyebut:
    Diberitakan daripada Jabir ra berbunyi: Bahawa Rasulallah SAW tidak akan tidur setiap malam melainkan setelah membaca surah Alif-Lam Mim Tanzilul-Kitab (as-Sajdah) dan surah Tabarak (al-Mulk).


    Mari kita memperhatikan terjemahan Bahasa Melayu ayat 1 - 30 Surah al-Mulk:

    [1]Maha Berkat (serta Maha Tinggilah kelebihan) Tuhan yang menguasai pemerintahan (dunia dan akhirat); dan memanglah Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu;

    [2]Dia lah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) – untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu: siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya; dan Ia Maha Kuasa (membalas amal kamu), lagi Maha Pengampun, (bagi orang-orang yang bertaubat);

    [3]Dia lah yang telah mengaturkan kejadian tujuh petala langit yang berlapis-lapis; engkau tidak dapat melihat pada ciptaan Allah Yang Maha Pemurah itu sebarang keadaan yang tidak seimbang dan tidak munasabah; (jika engkau ragu-ragu) maka ulangilah pandangan – (mu) – dapatkah engkau melihat sebarang kecacatan?

    [4]Kemudian ulangilah pandangan (mu) berkali-kali, nescaya pandanganmu itu akan berbalik kepadamu dengan hampa (daripada melihat sebarang kecacatan), sedang ia pula berkeadaan lemah lesu (kerana habis tenaga dengan sia-sia).

    [5]Dan demi sesungguhnya! Kami telah menghiasi langit yang dekat (pada penglihatan penduduk bumi) dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu punca rejaman terhadap Syaitan-syaitan; dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menjulang-julang.

    [6]Dan bagi orang-orang yang kufur ingkar terhadap Tuhan mereka, disediakan azab neraka Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

    [7]Apabila mereka dicampakkan ke dalamnya, mereka mendengar suara jeritannya meraung-raung, sedang ia menggelegak.

    [8]Hampir-hampir ia pecah berkecai-kecai kerana kuat marahnya. Tiap-tiap kali dicampakkan ke dalamnya sekumpulan besar (dari orang kafir), bertanyalah penjaga-penjaga neraka itu kepada mereka: “Tidakkah kamu pernah didatangi seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran (di dunia dahulu)?”

    [9]Mereka menjawab: “Ada! Sebenarnya telah datang kepada kami seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran, lalu kami dustakan serta kami katakan (kepadanya): Allah tidak menurunkan sesuatupun, kamu (wahai orang yang mendakwa menjadi Rasul) hanyalah berada dalam kesesatan yang besar! “

    [10]Dan mereka berkata: “Kalaulah kami dahulu mendengar dan memahami (sebagai orang yang mencari kebenaran), tentulah kami tidak termasuk dalam kalangan ahli neraka”.

    [11]Akhirnya mereka mengakui dosa-dosa mereka (sebagai orang-orang yang kufur ingkar), maka tetaplah jauhnya rahmat Allah dari ahli neraka.

    [12]Sesungguhnya orang-orang yang takut (melanggar hukum) Tuhannya semasa mereka tidak dilihat orang dan semasa mereka tidak melihat azab Tuhan, mereka beroleh keampunan dan pahala yang besar.

    [13]Dan tuturkanlah perkataan kamu dengan perlahan atau dengan nyaring, (sama sahaja keadaannya kepada Allah), kerana sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan segala (isi hati) yang terkandung di dalam dada.

    [14]Tidakkah Allah yang menciptakan sekalian makhluk itu mengetahui (segala-galanya)? Sedang Ia Maha Halus urusan PentadbiranNya, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya!

    [15]Dia lah yang menjadikan bumi bagi kamu: mudah digunakan, maka berjalanlah di merata-rata ceruk rantaunya, serta makanlah dari rezeki yang dikurniakan Allah; dan (ingatlah), kepada Allah jualah (tempat kembali kamu sesudah) dibangkitkan hidup semula; (maka hargailah nikmatNya dan takutilah kemurkaanNya).

    [16]Patutkah kamu merasa aman (tidak takut) kepada Tuhan yang pusat pemerintahanNya di langit itu: menunggang-balikkan bumi menimbus kamu, lalu bergegarlah bumi itu dengan serta-merta (melenyapkan kamu di bawahnya)?

    [17]Atau patutkah kamu merasa aman (tidak takut) kepada Allah yang pusat pemerintahanNya di langit itu: menghantarkan kepada kamu angin ribut yang menghujani kamu dengan batu; maka dengan itu, kamu akan mengetahui kelak bagaimana buruknya kesan amaranKu?

    [18]Dan demi sesungguhnya! orang-orang (kafir) yang terdahulu daripada mereka telah mendustakan (rasul-rasulnya lalu mereka dibinasakan); dengan yang demikian, (perhatikanlah) bagaimana buruknya kesan kemurkaanKu.

    [19]Patutkah mereka menutup mata dan tidak memerhatikan (kekuasaan Allah pada) burung-burung yang terbang di atas mereka, (siapakah yang menjaganya ketika) burung-burung itu mengembang dan menutupkan sayapnya? Tidak ada yang menahannya (daripada jatuh) melainkan (kekuasaan) Allah Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Ia Maha Melihat serta mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

    [20]Bahkan siapa dia yang menjadi tentera bagi kamu, yang akan menolong kamu selain dari Allah Yang Maha Pemurah? (Sebenarnya) orang-orang yang kafir tidak lain hanyalah berada dalam keadaan terpedaya.

    [21]Atau siapa dia yang dapat memberi rezeki kepada kamu jika Allah menahan rezekiNya? (Tidak ada sesiapapun), bahkan mereka (yang musyrik itu) kekal terus dalam keadaan sombong angkuh serta melarikan diri (dari kebenaran).

    [22]Maka adakah orang yang berjalan (melalui jalan yang tidak betul, yang menyebabkan dia selalu jatuh) tersungkur di atas mukanya: boleh mendapat hidayah – atau orang yang berjalan tegak betul, melalui jalan yang lurus rata?

    [23]Katakanlah (wahai Muhammad): “Allah yang menciptakan kamu (dari tiada kepada ada), dan mengadakan bagi kamu pendengaran dan penglihatan serta hati (untuk kamu bersyukur, tetapi) amatlah sedikit kamu bersyukur”.

    [24]Katakanlah lagi: “Dia lah yang mengembangkan kamu di bumi, dan kepadaNyalah kamu akan dihimpunkan”.

    [25]Dan mereka (yang ingkar) berkata: “Bilakah datangnya (hari kiamat) yang dijanjikan itu, jika betul kamu orang-orang yang benar?”

    [26]Katakanlah (wahai Muhammad): “Sesungguhnya ilmu pengetahuan (tentang masa kedatangannya) hanya ada pada sisi Allah, dan sesungguhnya aku hanyalah seorang Rasul pemberi ingatan dan amaran yang terang nyata”.

    [27]Kemudian apabila (datang kiamat dan) mereka melihat (azab) yang dijanjikan itu secara dekat, muramlah muka orang-orang yang kafir itu, serta dikatakan (kepada mereka): “Inilah dia yang dahulu kamu kerap kali minta disegerakan kedatangannya!”.

    [28]Tanyalah (wahai Muhammad, kepada mereka): “Bagaimana fikiran kamu, jika Allah binasakan daku dan orang-orang yang bersama-sama denganku (sebagaimana yang kamu harap-harapkan), atau Ia memberi rahmat kepada kami (sehingga kami dapat mengalahkan kamu), – maka siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari azab seksa yang tidak terperi sakitnya?”.

    [29]Tegaskan (wahai Muhammad, kepada mereka): “Allah Dia lah Yang Maha Pemurah, yang kami beriman kepadaNya, dan yang kepadaNya kami berserah diri; oleh itu kamu akan mengetahui kelak siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata”.

    [30]Katakanlah lagi: “Bagaimana fikiran kamu, sekiranya air kamu hilang lenyap (di telan bumi), maka siapakah (selain Allah) yang dapat mendatangkan kepada kamu air yang sentiasa terpancar mengalir?”.

    Perkara yang dapat membantu untuk bangun Qiamullail



    Bismillahirrahmanirrahim

    Dari Abu Hurairah ra katanya: Rasulullah SAW bersabda:
    "Seutama-utama puasa bulan Ramadhan ialah bulan Allah yang dimuliakan - yakni berpuasa dalam bulan Muharram, sedang seutama-utamanya solat sesudah solat fardhu ialah solat di waktu malam."   (Riwayat Muslim)

    Jabir ra mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Pada malam hari, ada satu saat (yang berkat) yang jika seseorang Muslim menepati saat itu dan berdoa kepada Allah meminta keberkatan dunia dan akhirat, nescaya Allah kabulkan doanya. Saat itu wujud pada setiap malam.” 
    (Riwayat Muslim)


    Dalam majlis ilmu, sentiasa ada pesanan para ustaz yang berbunyi..."Bangunlah bertahajjud..." Dikatakan sering berlaku seseorang itu dapat bangun dan terjaga jam 4 pagi namun malangnya hati jadi  berat untuk mendirikan solat.  Ternyata, ikhtiar diri tidak bertemu dengan Izin Allah.  Bila Allah tak izin, walau ada usaha, kita tetap tiada peluang melakukannya. Semua hanya dapat berlaku dengan izin Allah.  Jangan berputus harap pada rahmat Allah. Berterusan mohon keluasan rahmat dan keampunan dari Allah Taala.  Mohon agar dipermudahkan bagi kita untuk dapat bangun bertahajjud... amennn

    Perkataan Qiamullail sebenarnya adalah gabungan daripada dua perkataan iaitu qiyaam dan al-Lail.  Qiyam bermaksud 'bangun' manakala al-Lail bermaksud 'malam'. Oleh itu maksud qiamullail dari segi bahasa ialah bangun pada waktu malam.

    Solat Tahajjud ialah bangun solat di tengah malam selepas bangun daripada tidur iaitu sewaktu keadaan senyap sunyi di kala semua manusia sedang nyenyak tidur.

    Firman Allah SWT dalam Surah al-Muzzammil ayat 1 - 4 yang bermaksud:
    [1]Wahai orang yang berselimut!.

    [2]Bangunlah sembahyang Tahajjud pada waktu malam, selain dari sedikit masa (yang tak dapat tidak untuk berehat),

    [3]Iaitu separuh dari waktu malam, atau kurangkan sedikit dari separuh itu,

    [4]Ataupun lebihkan (sedikit) daripadanya; dan bacalah Al-Quran dengan “Tartil”.


    Apabila bangun untuk qiamullail sebaiknya terlebih dulu menggosok gigi.  Mulakan dengan dua rakaat yang pendek(maksudnya dengan solat yang ringan) sebagaimana hadis Rasulullah SAW yang bermaksud...
    Dari Abu Hurairah ra bahawasanya Nabi SAW bersabda: "Apabila seseorang di antara engkau semua bangun di waktu malam, maka hendaklah membuka - memulai - solatnya dengan dua rakaat yang ringan."  (Riwayat Muslim)

    Dari Aisyah radhiallahu'anha, katanya: "Rasululllah SAW itu apabila bangun di waktu malam, maka beliau membuka - memulai - solatnya dengan dua rakaat yang ringan."   (Riwayat Muslim)

    Dari Ibnu Umar ra bahawasanya Nabi SAW bersabda:
    "Solat sunah di waktu malam itu dua rakaat dua rakaat, maka jikalau engkau takut masuknya solat Subuh, maka berwitirlah dengan serakaat."   (Mutafaq'alaih)


    Perkara yang membantu seseorang untuk dapat menunaikan Qiamullail ialah:
    • Berdoa - mohon pada Allah untuk membantu dan memudahkan kita.  
    • Ikhlaskan diri berniat untuk bangun kerana jika bertambah kuat keikhlasan maka Insyaallah akan dipermudahkan oleh Allah untuk melakukan ibadat.
    • Mengelak berjaga hingga larut malam - jika tidur lewat berkemungkinan besar kita tidak dapat bangun untuk bertahajjud
    • Berehat sebelum zuhur atau antara zuhur dan asar - Amalkan sunnah tidur Qailullah
    • Menjauhi segala perkara tidak taat - iaitu perkara yang membawa kepada dosa dan maksiat
    • Melawan hawa nafsu sendiri contoh: menjauhi banyak makan dan minum, terlalu mengikut nafsu tidur.

    Dari Abu Hurairah ra katanya: Rasulullah SAW bersabda:
    "Syaitan itu memberikan ikatan pada ujung kepala seseorang di antara engkau semua sebanyak tiga buah, jikalau ia tidur.  Ia membuat ketentuan pada setiap ikatan itu dengan kata-kata yang berbunyi: "Engkau memperoleh malam panjang, maka tidurlah terus!" Jikalau orang itu bangun lalu berzikir kepada Allah Ta'ala maka terurailah sebuah ikatan dari dirinya, selanjutnya jikalau ia terus berwudhu', lalu terurai pulalah ikatan satunya lagi dan seterusnya, jikalau ia bersembahyang, maka terurailah ikatan seluruhnya, sehingga berpagi-pagi ia telah menjadi bersemangat seta berhati gembira.  Tetapi jikalau tidak sebagaimana yang tersebut di atas, maka ia berpagi-pagi menjadi orang yang berhati buruk serta pemalas."   (Muttafaq'alaih)

    Dari Abdullah bin Salam ra bahawasanya Nabi SAW bersabda:
    "Hai sekalian manusia, ratakanlah salam, berikanlah makanan, bersembahyanglah di waktu malam sedang para manusia sedang tidur, maka engkau akan dapat memasuki syurga dengan selamat."
    Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan shahih.

    Dari Aisyah radhiallahu'anha, katanya:  "Rasulullah SAW itu apabila terlambat melakukan solat malam kerana sakit atau lain-lain, maka beliau SAW bersembahyang duabelas rakaat di waktu siang harinya."   (Riwayat Muslim)



    Dua ayat akhir Surah al-Baqarah



    Bismillahirrahmanirrahim

    Dari Abu Mas'ud al-Badri ra dari Nabi SAW sabdanya:  
    "Barangsiapa yang membaca dua ayat dari akhir surat al-Baqarah di waktu malam -iaitu ayat 'Aamanar rasulu' sampai akhir surat, maka kedua ayat itu mencukupinya."  (Muttafaq'alaih)

    Dikatakan oleh para alim ulama bahawa erti 'kafataahu' atau mencukupi orang tadi, maksudnya mencukupi dari apa yang tidak disenangi atau tidak diinginkan pada malam itu.  Ada pula yang meng'ertikan mencukupi dari berdiri untuk solat malam.  


    Dari Ibnu Abbas radhiallahu'anhuma, katanya: "Pada suatu ketika Jibril sedang duduk di sisi Nabi SAW., lalu mendengar suara - pintu terbuka - di atasnya, kemudian mengangkat kepalanya dan berkata: "Ini adalah pintu dari langit yang dibuka pada hari ini dan tidak pernah samasekali dibuka, melainkan pada hari ini." Kemudian turunlah dari pintu tadi seorang malaikat, lalu Jibril berkata: "Ini adalah malaikat yang turun ke bumi dan tidak pernah turun samasekali, melainkan pada hari ini." Malaikat yang baru turun itu lalu memberi salam dan berkata: "Bergembiralah - hai Muhammad - dengan dua cahaya yang dikurniakan kepada Tuan dan tidak pernah dikurniakan kepada Nabi siapapun sebelum Tuan, yaitu fatihatul kitab - yakni surah al-Fatihah - dan beberapa ayat penghabisan dari surat al-Baqarah.  Tidaklah Tuan membaca sehuruf dari keduanya itu, melainkan Tuan akan diberi - pahala besar."  (Riwayat Muslim)


    (Kitab Riyadhus Shalihin - Taman Orang-orang Soleh
    IMAM NAWAWI
    1014 m/s 1043
    1019 m/s 1048)
    .................................................
    Surah al-Baqarah ayat 285 - 286

















    Maksud ayat:

    [285]
    Rasulullah telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan juga orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, dan Malaikat-malaikatNya, dan Kitab-kitabNya, dan Rasul-rasulNya. (Mereka berkata): “Kami tidak membezakan antara seorang dengan yang lain Rasul-rasulnya”. Mereka berkata lagi: Kami dengar dan kami taat (kami pohonkan) keampunanMu wahai Tuhan kami, dan kepadaMu jualah tempat kembali”.
    [286]
    Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): “Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir”


    Ucapan yang paling disukai Allah - Subhanallah hiwabihamdih

    Tasbih yang paling disukai Allah SWT ada tersebut di dalam hadis Nabi SAW...

    Maksudnya: 
    Dari Abu Dzar ra berkata: Rasulullah SAW pernah bertanya kepada saya, "Hai Abu Dzar, mahukah kamu aku khabarkan tentang ucapan yang sangat disukai Allah? Saya menjawab, "Ya, khabarkanlah kepada saya tentang ucapan yang disenangi Allah." Kemudian baginda bersabda: Sesungguhya ucapan yang paling disukai Allah: Subhanallah hiwabihamdih (Maha suci Allah dengan segala puji bagi-Nya)           (HR Muslim) 



    Dari Abu Hurairah ra bahawasanya Rasulullah SAW selanjutnya bersabda:
    "Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallah wa bihamdih, dalam sehari sebanyak 100x, maka dihapuskanlah dari dirinya semua kesalahan-kesalahannya, sekalipun kesalahan-kesalahannya itu banyaknya seperti buih lautan."     (Muttafaq 'alaih)

    Dari Abu Hurairah ra katanya:  Rasulullah SAW bersabda:
    "Barangsiapa yang mengucapkan ketika pagi dan petang: Subhanallah wa bihamdih, 100x, maka tidak akan datang seseorang pun besok pada hari kiamat yang keadaannya lebih utama dari apa yang dikerjakannya, kecuali seseorang yang mengucapkan seperti apa yang diucapkan olehnya itu atau menambahkan dari ucapannya tadi."  (HR Muslim)
     
    Dari Jabir ra dari Nabi SAW., sabdanya:
    "Barangsiapa mengucapkan:  Subhanallah wa bihamdih, maka ditanamlah untuknya sebatang pohon kurma dalam Syurga." 
    (Diriwayatkan oleh Imam Termizi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan).



    Zikir Dengan Sebanyak-banyaknya


    Ustaz dalam Kuliah Maghrib baru-baru ini mengingatkan semua yang hadir....
    "...Selalulah mengucapkan "Subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallah hu akbar".  

    Muslim meriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a., beliau berkata: ""Rasululllah SAW bersabda:
    Maksudnya:
    Mengucapkan subhanallah, alhamdulillah, laailaaha illallah, dan Allahu akbar lebih aku cintai daripada segala yang disinari oleh matahari,"  (HR Muslim 2695)


    Muslim meriwayatkan daripada Abu Malik al-Asy'ari ra., beliau berkata: "Rasulullah SAW bersabda:
    Maksudnya:
    "Bersuci adalah sebahagian daripada iman; ucapan alhamdulillah akan memenuhi timbangan; ucapan tasbih(Subhanallah) dan  alhamdulillah memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi."   (HR Muslim 223)


    Mari kita perbanyakkan mengucap zikir.  

    Allah berfirman:  
    Maksudnya:
    "Wahai orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.  Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang."  
    (Surah al-Ahzab 33: 41 - 42)


    Sifat Sabar

    Lagi sambungan pengisian mengenai hati...

    Ustaz hurai tentang sabar. Sifat sabar ini ada pada hati yang bersih. Siapa2 yang bersih hati maka padanya lahirlah sifat sabar. Sifat seorang mukmin ialah kekal dalam taat. Terkawal hati, percakapan dan pebuatan dalam menjaga taat pada Allah. Tetap hati dalam hal mentaati Allah. Walau dibenci dunia, tetap mengimami Allah. Tetap beriman pada Allah, susah beriman senang pun beriman. Kaya pun Allah, miskin pun Allah. Sihat pun Allah sakit pun Allah. Jangan bila sihat kata ini kurnia Allah bagi sihat tapi bila sakit kata orang buat sebab dengki.

    Ada 3 jenis rezeki:
    • Rezeki yang ditentukan Allah sejak azali - sekian umur, sekian masa ini rezeki kamu... contoh Ahmad akan kawin pada umur 27 tahun, Salim akan menimang cahaya mata pada usia 33 tahun dsb
    • Rezeki yang tertangguh - Usaha tapi tak menjadi. Meniaga tak untung asyik rugi. Maka kena sabar, pegang hakikat mungkin rezeki kita tertangguh. Allah tangguhkan rezeki kita kemudian.
    • Rezeki yang segera - Kerja dapat gaji, meniaga terus dapat hasil.

    Kata ustaz, ada rezeki berbentuk dunia dan ada rezeki berbentuk akhirat. Contoh dapat datang ke masjid, bukan semua orang direzekikan Allah dapat datang ke rumah Allah. Bersyukurlah kerana Allah rezekikan kita dapat hadir bersolat jemaah kemudian berhasil pula untuk duduk dalam majlis ilmu.

    Siapa yang beriman pada Allah, di akhirat kelak tiada ketakutan, tiada dukacita. Banyak pegangan kita hari ini yang rosak. Dah elok solat tapi ada syirik yang tersembunyi.. masih menduakan Allah: Allah ada dalam hati tapi tetap teruja tak sabar pada pangkat, duit, harta... Nauzubillah.

    Maqam yang tinggi ialah tak nampak bab pahala, tak nampak ganjaran Syurga tapi hanya nampak Allah, hanya mahukan Allah... "Aku tak harap balasan Tuhan, aku hanya nak Allah..." Itu maqam tertinggi. Kalau sampai tahap itu, sedar hakikat semua yang ada milik Allah. Jadi tak rasa apa2, tak rasa gundah gulana bila hilang apa-apa. Ada sama tak ada sama. Ibadah rasa manis,.... masa orang lain makan, dia puasa. Apa yang datang dari Allah dia redha. Redha sifat seorang hamba. Baik terima, buruk terima. Orang puji pun sama, orang hina pun sama. Jangan bila orang puji, suka... tapi bila orang hina, merah telinga...


    *************
    Firman Allah yang mengandungi perintah untuk bersabar dan menerangkan keutamaan sabar.
    (rujukan dari Kitab Riyadhus Shalihin)

    "Hai sekalian orang yang beriman, bersabarlah dan cukupkanlah kesabaran itu." (ali-Imran:200)

    "Niscayalah Kami akan memberikan cobaan sedikit kepadamu semua seperti ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, kemudian sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (al-Baqarah: 155)

    "Sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu akan dipenuhi pahala mereka dengan tiada hitungannya - kerana amat banyaknya." (az-Zumar:10)

    "Orang yang bersabar dan suka memaafkan, sesungguhnya hal yang demikian itu niscayalah termasuk pekerjaan yang dilakukan dengan hati yang teguh." (as-Syura:43)

    "Mintalah pertolongan dengan sabar dan mengerjakan shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (al-Baqarah:153)